Anies Baswedan Akhiri Jabatan Gubernur DKI Jakarta dan Siap Jadi Calon Presiden 2024

Anies Baswedan Akhiri Jabatan Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan Akhiri Jabatan Gubernur DKI Jakarta | sumber: twitter.com/@RahmetAbabil

VIRALAYAR - Anies Baswedan tidak lagi berprofesi selaku Gubernur DKI Jakarta. Barisan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan( TGUPP) juga ikut bubar bersamaan Anies purnatugas. Masa jabatan Anies selaku Gubernur DKI habis pada 16 Oktober kemarin. TGUPP Anies juga otomatis turut bubar.

Keberadaan TGUPP Anies pernah disinggung Pimpinan DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi( Pras) pada pertengahan bulan kemudian. Kala itu ia berharap TGUPP bubar dikala masa jabatan Anies berakhir. Anggota TGUPP Tatak Ujiyati berkata durasi TGUPP hendak berakhir menjajaki jabatan politik Gubernur.

"Gubernur baru tentu memiliki ways of working sendiri, apakah bakal memiliki regu, apakah namanya TGUPP ataupun bukan. Bukan perihal berarti buat diributkan," kata Tatak lewat akun Twitter- nya . 

Anggota TGUPP Tatak Ujiyati berkata durasi TGUPP hendak berakhir menjajaki jabatan politik Gubernur.

"Farewell TGUPP Anies kemarin. A meaningful 5 years as a team. Di balik, dalam senyap, menolong gubernur realisasikan janji-janjinya buat masyarakat Jakarta. Ini sebagian wajah-wajah kami yang bisa jadi tidak sahabat tahu. Gimana menurutmu?" tulis Tatak dalam cuitannya di Twitter..

"Sahabat jika mau ketahui apa dan bagimana TGUPP bekerja, terdapat bukunya. Dapat pula jadi pedoman untuk Kepala Wilayah di lain- lain wilayah yang dikala ini memiliki regu TGUPP. Please check, dalam waktu dekat hendak ada di toko- toko novel terdekat," katanya.

Keberhasilan Anies Baswedan

Juru Bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera( PKS) Muhammad Kholid, memperhitungkan Anies Baswedan sudah sukses jadi pemimpin DKI Jakarta serta bawa pergantian di Bunda Kota. Sebab itu, Anies dinilai layak jadi pemimpin Indonesia. Kholid menyebut 3 penanda keberhasilan Anies selaku Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan melaksanakan pergantian substansial di DKI Jakarta

"Awal, Gubernur DKI Jakarta sanggup melaksanakan pergantian yang substansial bukan artifisial," ucap Kholid dalam keterangannya. Kholid berkata pergantian yang dicoba Anies tidak artifisial terlebih hanya gimmick politik. Perihal itu merujuk pada sebagian capaian semacam transformasi transportasi publik Jakarta.

“Gubernur Anies mengganti wajah transportasi Jakarta dari orientasi kendaraan individu kepada transportasi publik yang terintegrasi," kata Kholid.

Baginya, pergantian orientasi itu berakibat signifikan dalam pengurangan kemacetan, meringankan bayaran transportasi untuk masyarakat, sekalian mereduksi emisi karbon dari kendaraan. Tidak hanya itu, Kholid berkata dikala ini terus menjadi banyaknya ruang terbuka hijau, tata kelola keuangan pemerintah yang terus menjadi membaik.

Kholid pula memperhitungkan penindakan banjir di bunda kota yang terus menjadi kilat. DKI Jakarta di masa Anies Baswedan, bagi ia, pula sukses melaksanakan layanan publik yang responsif dengan smart city, cakupan program jaminan pembelajaran serta kesehatan yang bertambah signfikan, serta sukses menjadikan Jakarta selaku Walkable City( kota yang layak buat pejalan kaki).

Anies Baswedan berhasil pimpin DKI Jakarta lewat krisis pandemi Covid- 19

Penanda kedua, bagi Kholid, Anies Baswedan sudah terbukti mengetuai Jakarta di dikala krisis. Semacam pada tahun 2020- 2021 dikala pandemi Covid- 19 awal kali menyerang Indonesia. Anies dinilai sanggup mengetuai dengan mengedepankan ilmu pengetahuan dalam menuntaskan pandemi.

"Serta teruji, Jakarta jadi salah satu kota yg sangat sukses dalam menanggulangi pandemi," kata Kholid.

Anies Baswedan dinilai tidak diskriminasi

Terakhir, Kholid berkata Anies sukses menjaga kebersamaan di antara warganya sebab tidak terdapatnya kebijakan diskriminatif. Semacam misalnya sokongan fasilitas serta prasarana buat melindungi kerukunan kehidupan antar umat beragama sangat baik serta mewujudkan keadilan sosial.

Bagi Kholid, perihal ini membuat tuduhan yang menyebut Anies selaku intoleran serta radikal tidak benar. Dengan bermacam- macam capaian tersebut di atas, Kholid menyangka Anies Baswedan mempunyai kualifikasi yang mumpuni buat dapat didorong naik kelas jadi pemimpin bangsa Indonesia.

“Gubernur Anies rasa- rasanya telah lumayan layak lah ya buat naik kelas mengetuai Indonesia. Kan dekat kantornya, dari Jalur Medan Merdeka Selatan pindah ke Jalur Medan Merdeka Utara." ucap Kholid.

Anies Baswedan Siap Jadi Calon Presiden 2024
Anies Baswedan Siap Jadi Calon Presiden 2024 | sumber: twitter.com/@HelmiFelis_

Front Juang 45 Usung Anies Baswedan

Anies Baswedan lengser dari jabatannya selaku Gubernur DKI Jakarta pada Ahad, 16 Oktober 2022. Sehabis lengser, jabatan Anies bakal digantikan oleh Heru Budi Hartono yang ditunjuk Jokowi jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta.

PKS sendiri disebut-sebut selaku satu dari 3 partai yang hendak mengusung Anies Baswedan selaku calon presiden. 2 partai yang lain merupakan Partai NasDem serta Partai Demokrat. Hendak namun, sampai dikala ini baru Partai NasDem yang mendeklarasikan dukungannya kepada mantan Menteri Pembelajaran tersebut.

Partai politik partisipan Pemilu 2024 diingatkan buat tidak ragu mencalonkan Anies Baswedan jadi calon presiden mendatang. Argumentasinya, Gubernur DKI Jakarta itu sepanjang ini teruji dicintai oleh warga.

Indikasinya, masyarakat tumpah ruah mendatangi Hari Perpisahan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan di kawasan Balai Kota DKI Jakarta. Berakhir mendatangi kegiatan seremonial di Balai Kota, Anies setelah itu kembali ke rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan mengendarai sepeda motor Vespa warna silver.

Anies Baswedan memperhitungkan tumpah ruahnya masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota sebab sepanjang 5 tahun Pemprov DKI bekerja dengan hati. Pimpinan Nasional Sukarelawan Kemenangan Anies( Rekan Anies) Dedi Satria berkomentar, tingginya animo masyarakat mendatangi Hari Perpisahan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta ialah wujud kecintaan mereka kepada pemimpinnya.

Kata Dedi, sambutan meriah itu ialah bentik kesetiaan masyarakat DKI yang hendak senantiasa bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024. Dedi berkata, kedatangan masyarakat melepas Anies hendak bawa tenaga semangat pergantian ke segala penjuru Indonesia. Dedi melanjutkan, momentum 16 Oktober sekalian pembuktian untuk parpol yang masih ragu-ragu menunjang Anies.

“Barisan masyarakat yang jumlahnya jutaan ini jadi obat buat melenyapkan keragu-raguan parpol yang hendak menunjang Anies Baswedan,” kata Dedi semacam diberitakan Kantor Kabar RMOLJakarta.

Koordinator Front Juang 45 Benni mengapresiasi kedatangan masyarakat yang tiba secara sukarela sebab rasa cintanya kepada Anies Baswedan. Kedatangan masyarakat, secara tidak langsung ialah pesan supaya Anies Baswedan meneruskan perjuangan mewujudkan keadilan sosial ke segala Indonesia. 

“Momentum 16 Oktober ini betul- betul jadi selebrasi masyarakat DKI Jakarta kebanggaannya terhadap wujud Anies Baswedan,” ujar Benni.

Front Juang 45 yang terdiri dari 12 simpul sukarelawan pendukung Anies Baswedan yang terdiri dari Sohib Indonesia, Rekan Indonesia, Gema Asa, Kedekatan, Sigap Indonesia, Jakarta Senang, Gemas, Sparta, Raja, Siap Indonesia, Abdi Rakyat, serta Teman Lanjut usia.

Kekayaan Anies Baswedan

Melansir laman elhkpn.kpk.go.id, Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang telah menjabat sejak 2017 itu tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp10.955.779.684. Anies terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2021. Laman elhkpn KPK mencatat, Anies memiliki 6 tanah dan bangunan di berbagai kota dengan total senilai Rp14.715.962.000.

Masing-masing tanah dan bangunan ini berada di Jakarta Selatan, Kota Sleman, dan Kota Ponorogo. Salah satunya ada tanah dan bangunan seluas 1655 m2/798 m2 di kawasan Jakarta Selatan senilai Rp11,5 miliar, dan tanah lainnya di kawasan yang sama senilai Rp 936,7 juta, serta tanah di Kota Ponorogo senilai Rp1,5 miliar. Selanjutnya, Anies juga tercatat memiliki 3 kendaraan dengan total senilai Rp550 juta.

Menurut elhkpn KPK, Anies hanya memiliki satu mobil bermerek Honda dengan jenis Odyssey Minibus keluaran 2016, senilai Rp450 juta. Selain mobil, Anies juga memiliki 2 motor vespa jenis Vespa Sprint keluaran 1968 senilai Rp50 juta, dan motor Kawasaki EX250V keluaran 2018 senilai Rp50 juta. 

Adapun harta bergerak lainnya milik Anies senilai Rp1.367.366.531, dan surat berharga sebesar Rp61.070.000, serta kas dan setara kas Rp1.208.221.107, hingga harta lainnya Rp659.921.865. Selain itu, Anies juga tercatat memiliki utang sebesar Rp7.606.761.819, demikian menurut menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara di laman KPK.***

Post a Comment

Previous Post Next Post